Bukittinggi, Sporty-- Tunggal putra China, Lu Guang Zu, mengambil hikmah setelah gagal ke final Thailand Open 2025 karena dikalahkan Anders Antonsen dari Denmark.
China gagal menempatkan satu wakil sektor tunggal putra di final Thailand Open 2025.
Satu-satunya amunisi yang bertahan, Lu Guang Zu, terpaksa mengakhiri langkahnya di babak semifinal, Sabtu (17/5/2025) setelah kalah dari Antonsen.
Lu menang duluan di gim pertama tetapi tak mampu mempertahankan tempo dan konsistensinya untuk terus membuat Antonsen jatuh dalam perangkap permainan dia.
Peraih medali perak Kejuaraan Asia 2025 itu kehilangan gim kedua, lalu berlanjut kalah di gim ketiga.
Lu Guang Zu pun gagal memesan tiket final turnamen level BWF World Tour Super 500 ini setelah kalah dengan skor 21-18, 13-21, 16-21.
Rekor head-to-head dia makin inferior dengan total tiga kekalahan dari tiga pertemuan melawan jawara asal Denmark itu.
Hasil tersebut juga membuat dia batal memijak final Super 500 kedua setelah belum pernah mencicipi gelar juara sejak Korea Open 2024.
Setelah laga semifinal, Lu mengevaluasi diri tentang apa yang kurang dari penampilannya sehingga bisa kena comeback Antonsen.
"Sebenarnya, eksekusi taktik secara keseluruhan baik-baik saja," jelas Lu Guang Zu dikutip Bolasport dari Aiyuke.
"Akan tetapi ketika skornya ketat, saya tidak dapat mengimbangi kecepatannya."
Tidak mau banyak beralasan, Lu mengakui dia tidak bermain bagus di dua gim terakhir serta kalah start saat tertinggal duluan.
"Saya tidak bermain dengan baik hari ini dan selisih skor dengan cepat dibuka oleh lawan," tandas dia.
Pencapaian di semifinal Thailand Open 2025 ini sebenarnya menjadi hasil cukup positif bagi Lu setelah dia sempat cedera pada final Kejuaraan Asia 2025.
Kala itu dia harus rela menyerahkan gelar lebih cepat dan menyudahi laga sebelum gim tuntas kepada Kunlavut Vitidsarn (Thailand).
Sambil terus memulihkan diri, Lu berharap hasil turnamen di Bangkok ini menjadi penambah motivasinya untuk terus maju.
Alih-alih meratapi, Lu berharap kekalahan ini membuat dia melihat lebih jelas celah dalam diri untuk kembali berlatih dan datang lebih kuat di turnamen selanjutnya.
"Sambil tetap menjaga kebugaran, saya dapat menguji hasil latihan saya selama ini dari turnamen dan menemukan masalah yang perlu saya selesaikan dengan segera."
"Saya berharap melalui serangkaian turnamen dan latihan yang saya jakani, saya dapat meningkat secara bertahap," tambah Lu Guang Zu.
Lu Guang Zu menjadi satu-satunya tunggal putra China yang mampu melaju jauh di Thailand Open 2025 saat dua andalan utama yaitu Shi Yu Qi dan Li Shi Feng diistirahatkan.
Selain Lu, China mengirimkan tiga tunggal putra lain tetapi semuanya rontok di babak awal. Mereka adalah Lei Lan Xi, Wang Zheng Xing, dan Weng Hong Yang

Posting Komentar