Headline

LavAni Siap 175 Persen Lawan Jakarta Bhayangkara di Grand Final PLN Mobile Proliga 2025

 

Sporty - LavAni Livin Transmedia akan memaksimalkan keunggulan mereka saat menghadapi Jakarta Bhayangkara Presisi di grand final PLN Mobile Proliga 2025. Pertandingan ini akan berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada Minggu (10/5) pukul 19:00 WIB. Tim yang dimiliki oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, ini sudah siap tempur melawan sang juara bertahan. "Kesiapan anak-anak bukan 100 persen lagi, sudah 175 persen," kata Erwin Rusni, asisten pelatih LavAni, kepada Bogi Triyadid dari Liputan6.com.

Erwin menambahkan bahwa pelatih LavAni, Nicolas Vives, telah memperbaiki kelemahan-kelemahan timnya untuk melawan Jakarta Bhayangkara. "Melawan Bhayangkara, kami harus mengantisipasi servis mereka. Mudah-mudahan dengan latihan ini, insya Allah bisa mengantisipasi," paparnya.

Menurut Erwin, kekuatan Jakarta Bhayangkara di musim ini sangat berbeda dibandingkan dengan Proliga 2024. Saat itu, kekuatan tim asuhan Reidel Toiran terletak pada pemain asing asal Mali, Noumory Keita. "Untuk sekarang, pemain asingnya berbeda. Kemarin, jujur yang menonjol adalah Keita. Kalau sekarang, mungkin lebih merata. Tapi secara tim, kami lebih unggul, meskipun individu sama," ucap mantan setter timnas voli Indonesia itu.

Erwin mengungkapkan bahwa mereka akan memaksimalkan keunggulan yang dimiliki LavAni atas Jakarta Bhayangkara. "Jujur, tim utama dan cadangan LavAni tidak jauh berbeda. Ada Taylor Sander, dan Dio (Zulfikri) semakin matang. Sander sudah merasakan euforia yang lebih dari Proliga. Dia adalah pemain terbaik di dunia, itu keuntungan bagi kami," pungkas Erwin.

Pertemuan LavAni dan Jakarta Bhayangkara di grand final PLN Mobile Proliga 2025 adalah partai ulangan dari grand final musim lalu. Saat itu, Jakarta Bhayangkara keluar sebagai juara setelah menang 3-1 (28-30, 25-22, 25-22, 25-23). Hasil tersebut membuat LavAni gagal mencetak hat-trick setelah sebelumnya menjadi juara pada Proliga 2022 dan 2023. Sementara itu, bagi Jakarta Bhayangkara, ini merupakan gelar juara ketiga mereka, setelah sebelumnya meraihnya pada 2018 dan 2019 saat masih bernama Surabaya Bhayangkara Samator.

Kekalahan tahun lalu membuat LavAni tidak terlalu ngotot pada dua laga terakhir final four Proliga 2025. Pelatih LavAni, Nicolas Vives, memainkan tim pelapis agar pemainnya terhindar dari cedera. Tahun lalu, bintang LavAni, Boy Arnez, tidak bisa tampil maksimal di grand final karena cedera.

"Pengalaman tahun lalu, kami sudah menjaga dari cedera. Bukan kami tidak mau memainkan pemain inti, tetapi menjaga seperti pengalaman sebelumnya, bukan karena tidak sportif. Percuma kalau kita ngotot juga, tiba-tiba cedera kan," tandas Erwin Rusni.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama